Mitos Tentang Cincin Kawin Dalam Pernikahan

The following two tabs change content below.


Pernikahan adalah ikatan janji suci dua orang manusia untuk hidup bersama selamanya. Dengan pernikahan, dua sejoli akan dipersatukan dan hidup bersama dalam suka maupun duka. Momen sakral ini biasanya ditandai dengan menyematkan cincin pada masing-masing jari manis pasangan. Hal inilah yang biasanya menjadi momen yang romantis dan tidak akan di lupakan oleh seorang pengantin. Namun, percaya atau tidak, ternyata ada beberapa mitos mengenai cincin kawin yang selama ini tak sedikit yang meyakininya. Apa saja itu? Mari disimak berikut ini.

• Bentuk cincin kawin atau cincin nikah harus lingkaran

Kenapa harus lingkaran? Bayangkan saja jika cincin berbentuk kotak atau persegi pasti tidak akan nyaman digunakan. Selain itu, anda juga akan sedikit ribet ketika menggunakannya. Sebenarnya lingkaran juga mempunyai filosofi lain yaitu bentuk yang tidak memiliki sudut dan tidak terputus. Oleh karena itu, dengan pemakaian cincin berbentuk lingkaran ini diharapkan kehidupan dan cinta pengantin baru akan abadi. Siapa sih yang tidak ingin kehidupan setelah nikahnya abadi? So sweet…

• Cincin nikah harus polos

Kenapa cincin nikah diharuskan polos, karena jika cincin nikah terlalu berkelok-kelok ataupun dihiasi berbagai macam berlian atau bebatuannya, dikhawatirkan kehidupan pasangan yang telah menikah ini kedepannya juga banyak halangan dan rintangan. Percaya atau tidak, semua tergantung anda dalam menanggapinya. Karena sejatinya, setiap kehidupan berumahtangga pasti akan ada permasalahan yang menghinggapi. Namun tetap harus menggunakan kepala dingin untuk menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi bersama.

• Cincin nikah digunakan di jari kiri

Mungkin masih menjadi pertanyaan seharusnya dimanakah menggunakan cincin nikah? Jawabannya di jari manis tangan kiri. Kenapa ditangan sebelah kiri? Karena menurut kebudayaan Yunani pada jari manis tangan kiri adalah tempat mengalirnya nadi menuju jantung. Jadi setelah menikah, kamu dan pasanganmu diibaratkan dua orang yang menjadi satu. Berbagi nyawa hingga akhir hayat.
Sebenarnya sah-sah saja dimana akan menggunakan cincin nikah. Namun, jika ditelaah lagi penggunakan cincin pada jari kiri akan lebih aman. Karena tangan kiri lebih jarang digunakan untuk beraktivitas. Sehingga cincin nikah kamu akan lebih aman dari berbagai macam kerusakan ataupun goresan.

• Cincin nikah harus pas dengan jari

Satu lagi nih, mitos tentang cincin nikah yang perlu diketahui yaitu mengenai ukuran cincin nikah yang harus pas ditangan masing-masing. Mitos yang beredar, jika cincin nikahmu kesempitan, maka pernikahanmu akan dibumbui dengan aroma kecemburuan yang kental. Sedangkan jika longgar, pernikahanmu akan sangat rentan dengan perpisahan atau perceraian.

Cukup menakutkan yah, untuk mitos yang satu ini. Tapi, bukankan cincin yang akan kita gunakan harusnya nyaman untuk kita? Jika terlalu sempit tentu akan mengganggu peredaran darah kita. Dan jika kebesaran pun pasti juga akan kurang nyaman digunakan. Disamping itu, cincin yang kebesaran akan rawan untuk terlepas atau hilang. Semoga jangan sampai ya, wah pastinya berabe kalo sampe ilang.

Nah setelah membaca mitos diatas, bagaimana reaksi anda? Apapun itu, tentunya kita tetap harus berpikir dengan bijak sesuai logika yang sehat. Jadi jangan terlalu di buat serius ya. Ketika dua pemikiran dijadikan satu, ego masing-masing harus dikendalikan. Saling mengingatkan jika salah satunya salah. Sedangkan untuk masalah mitos, di ambil sisi positifnya saja, dan tidak untuk diyakini dengan sepenuh hati. Jadi tetap berpikirlah jernih dan realistis ketika menghadapi segala masalah di kehidupan rumah tangga anda nantinya. Untuk mendapatkan cincin emas yang cocok untuk pernikahan mu silahkan cek di http://cincinpasangan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *